JellyPages.com

Sabtu, 30 Maret 2013

Caffrey, Kucing yang Berjalan dengan Dua Kaki Saja



Caffrey terlahir sebagai kucing normal. Ia dapat berlari mengejar tikus, memanjat pohon, serta melenggok di antara kaki manusia seraya memamerkan ketebalan bulu hitamnya. Sebagai kucing berjenis Persia, Caffrey sangatlah menggemaskan.

Lalu sebuah tragedi menimpanya. Caffrey tertabrak mobil. Luka yang ditimbulkan kecelakaan itu sangat parah. Caffrey harus kehilangan kaki kiri bagian belakang. Bahkan ia mesti menjalani operasi seharga 3.500 pound sterling, setara Rp 53 juta, untuk memperbaiki kaki kiri depannya.

"Tragedi itu terjadi empat bulan lalu," tulis Mail Online, Jumat, 8 Februari 2013. "Dan Caffrey harus berusaha mengembalikan fungsi kaki kiri depannya pasca-operasi."

Sue Greaves, pemilik Caffrey, merasa tak tega dengan rasa sakit yang didera peliharaannya. Apalagi Caffrey harus melewati rasa sakit kemoterapi, tanpa ada jaminan sembuh. "Graves pun mengambil opsi lain, mengamputasi kaki kiri depan Caffrey agar si kucing tak lagi kesakitan," tulis Paul Harris dalam laporannya.

Bila Caffrey menjalani operasi itu, ia hanya memiliki dua kaki, pada sisi yang sama. Kanan saja. Namun opsi amputasi sempat ditentang empat rekan dari dokter hewan Greaves. Mereka menganggap Caffrey tidak mungkin bertahan dengan dua kaki pada sisi yang sama. "Caffrey tidak akan bisa hidup normal," pendapat mereka.

Operasi senilai 4.000 pound sterling atau Rp 61 juta itu tetap dilakukan. Dan ternyata berhasil. Tak sampai dua bulan, Caffrey sudah kembali berlompat-lompatan di taman. Ia dapat berjalan dengan dua kaki pada sisi kanannya. Kata Greaves, Caffrey terlihat tak terganggu dengan kecacatan yang ia alami.

"Ia terus menjalani terapi, dibantu anak tetangga saya, Ashleigh Tyler," ujar Greaves.

Ada Mumi Kucing di Inggris



Robert Gray menemukan satu patung kucing dalam kotak kayu berkaca, di loteng rumahnya. Benda berkepala kucing dengan balutan semacam tali kecokelatan itu berdiri tegak, dengan panjang sekira satu meter. mendapatkannya di anatara tumpukan debu, Gray menganggap kucing itu semacam benda antik.

Penasaran, Gray membawa kucing berbalut itu ke dokter hewan. Di sana, dokter memindai patung kucing dengan sinar x-ray. Dan, hasilnya sangat mengejutkan Gray dan si dokter hewan. Sebab, itu bukan patung biasa, melainkan artefak mumi asal Mesir yang telah berusia 2.000 tahun.

"Bahkan hasil rontgen menunjukkan kucing kuno itu diawetkan dengan keutuhan wajah, tulang belakang, telinga, serta otak," tulis Mail Online, Kamis, 14 Februari 2013.

Menurut Gray, patung kucing itu adalah peninggalan ayahnya, Peter Gray, seorang egyptologist. Si ayah menerima kucing itu pada 1970 dari sebuah museum. "Pemberian yang dianggap sebagai tanda terima kasih."

Setelahnya, si kucing mendiami loteng rumah Gray selama 50 tahun. Dan selama itu, Gray tidak pernah menyadari bila si kucing adalah potongan asli dari sejarah Mesir yang bernilai ribuan poundsterling.

"Kucing berbalut kain seperti ini ternyata menarik perhatian perancang interior," kata Gray. "Dan, mereka bersedia membayar dengan harga tinggi."

Mendapatkan janji keuntungan besar ternyata tak menggiurkan Gray. Toh, ia malah berencana menyumbangkan si kucing ke museum. Para ahli Museum Royal Cornwall pun telah memverifikasi mumi kucing ini. Dan, mereka menghasilkan temuan luar biasa. "Di Mesir kuno, mumi binatang merupakan persembahan religius atau untuk memastikan peliharaan itu mengikuti tuannya ke alam baka."

Pada periode Ptolemaic, 305 tahun sebelum Masehi hingga 30 tahun tahun sebelum Masehi, kucing adalah subyek yang sangat populer. Mereka dianggap mewakili Bastet, dewi perang. Mumi kucing Gray sendiri masih memiliki tulang leher yang utuh. Hal itu menunjukkan bila si kucing adalah hewan peliharaan berharga, bukan binatang persembahan bagi dewa.


Kucing Sambangi Makam Majikan tiap Hari



SIAPA bilang anjing merupakan hewan peliharaan paling setia? Ternyata kucing juga lo. Buktinya, kucing asal Italia, Toldo, selalu rajin menyambangi makam majikannya yang telah berpulang setahun lalu.

Tak hanya itu. Ia juga datang tidak dengan tangan hampa. Toldo selalu membawakan hadiah untuk sang majikan.

Kucing setia berusia tiga tahun itu tinggal di Montagnana, Italia utara. Kucing berbulu hitam dan putih tersebut selalu mengunjungi makam pemiliknya, Iozzelli Renzo, yang meninggal pada 22 September 2011, dalam usia 71 tahun.

Toldo datang setiap hari selama setahun terakhir dan tak lupa untuk membawakan hadiah kecil yang ia letakkan di makam. Hadiah-hadiah yang biasanya dibawa Toldo yakni daun, batang, ranting, cangkir plastik, atau handuk kertas.

"Hari ini saja, saya sudah pergi ke permakaman dengan Toldo. Namun, dalam perjalanan pulang, seseorang yang saya kenal mengatakan bahwa Toldo sudah berada di sana lebih awal pagi ini," kata istri Renzo, Ada. Para tetangga juga kerap melihat Toldo berkeliaran di makam sepanjang hari.

Semuanya bermula sejak hari pemakaman. Saat itu, kucing tersebut mengikuti peti mati dari rumah ke permakaman. Keesokan paginya, Ada datang lagi ke kuburan suaminya.

"Saya pergi ke permakaman dengan putri saya dan menemukan setangkai akasia di makam Renzo. Saya langsung berpikir bahwa itu dibawa kucing," kata Ada.

Malamnya, putra Renzo kembali ke permakaman dan menemukan Toldo berdiri di samping makam. Ada mengatakan bahwa mendiang suaminya memang memiliki ikatan yang sangat kuat dengan Toldo. Renzo mengadopsi kucing itu semenjak baru berusia tiga bulan.

Sayangnya, tidak semua orang percaya dengan hubungan antara Toldo dan pemiliknya. Bahkan tak sedikit yang berusaha mengusir kucing itu dari permakaman. Mereka menilai bahwa kehadiran binatang di kuburan merupakan sebuah penodaan.

Namun, Toldo tetap tangguh dan terus mengunjungi makam majikannya setiap hari. "Suami saya sangat sayang pada binatang. Ini seolah-olah Toldo hendak berterima kasih. Toldo memang merupakan seekor kucing yang istimewa," kata Ada. (telegraph/Pri)

Venus Kucing Bermuka Dua



Venus adalah seekor kucing betina bermuka dua (Two-Faced Cat). Salah satu sisi mukanya berwarna hitam dan bermata hijau sedangkan sisi lainnya berwarna oranye dan bermata biru. Peneliti menduga ia memiliki dua DNA.

Kucing ini memiliki banyak misteri. Mulai dari warna bulu dimukanya hingga warna matanya. Venus diduga sebagai chimera, yaitu binatang dimana setiap selnya memiliki dua jenis DNA, hal ini disebabkan oleh dua buah embrio melebur, bergabung menjadi satu.

Professor Leslie Lyons dari Universitas California mengatakan bahwa chimera biasanya adalah seekor pejantan, namun Venus sendiri adalah seekor betina, maka ia menyimpulkan bahwa Venus amat sangat langka. Untuk membuktikan apakah Venus adalah seekor chimera atau bukan, maka ia perlu mengambil DNA dari dua sisi mukanya.

Keanehan berikutnya adalah warna matanya. Warna mata kucing pada umumnya adalah hijau atau kuning, sedangkan Venus memiliki satu mata berwarna biru. Warna mata biru biasanya dimiliki oleh kucing Siam atau kucing yang berbulu putih, sedangkan Venus hanya sedikit memiliki warna bulu putih.


Manfaat Memelihara Kucing untuk Kesehatan Kita

1. rendahnya terkena resiko penyakit jantung
jadi kalau manusia memelihara kucing akan lebih kecil kemungkinannya menderita atau meninggal karena penyakit jantung. Sebuah penelitian dari “University of Minnesota” menemukan bahwa sekitar 30%-40% manusia yg tdk memiliki kucing akan lebih ada kecenderungan meninggal karena penyakit jantung daripada yang memiliki kucing

2. Mengurangi resiko serangan jantung
jadi manusia yang memelihara kucing, kecil kemungkinannya meninggal mendadak karena serangan jantung.

3. meningkatkan fungsi kekebalan tubuh
Memiliki kucing dapat meningkatkan system kekebalan tubuh manusia. perasaan yg manusia rasakan saat berinteraksi dengan kucing dapat membantu meningkatkan system kekebalan tubuh manusia. kucing tau loh saat manusia sedang sakit, kucing akan datang menghampiri kita untuk memberikan rasa nyaman dan menolong kita agar merasa lebih baik dan hal itu lah yang menyebabkan ada peningkatan system imun pada diri manusia.

4. menurunkan tingkat kesempatan tumbuh kembang alergi
Untuk mommy and daddy yang memiliki bayi biasanya malah menjauhkan bayinya dari kucing. ternyata itu salah besar looh .. karena ternyata kucing dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap alergi pada bayi dan anak anak. ada beberapa penelitian yang mengatakan bahwa bayi yang tinggal dengan kucing “yang dianggap memicu alergi pada anak” justru membuat meningkatnya system kekebalan tubuh si bayi dari alergi sejak dini.

5. membantu mencegah asma pada anak
selain mencegah alergi berkembang, kucing juga bisa mencegah asma. ada penelitian yang mengatakan jika anak kecil sudah berinteraksi dengan kucing sejak dini, itu bisa membantu menjauhkan mereka dari sejumlah penyakit gangguan saluran pernafasan.
  
6. menurunkan tekanan darah
buat yg tekanan darah nya tinggi dapat mengurangiya dengan berdekatan dengan kucing. hanya dengan membelai belai kucing maka manusia akan tenang dan tekanan darahnya turun.

7. menurunkan trigliserida
trigliserida adalah suatu jenis lipida (lemak) yang terdapat dalam darah. Manusia dapat menurunkan trigliserida dengan berolah raga dan memakan lebih sedikit karbohidrat, tetapi ternyata itu bukan satu satunya hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan trigliserida. beberapa study membuktikan bahwa dengan memelihara kucing dapat menurunkan trigliserida dan meningkatkan system kesehatan tubuh.

8. menurunkan kolesterol dalam darah
Sebuah study tahun 2006 di Kanada menunjukan bahwa memiliki kucing sebenarnya lebih EFEKTIF dalam menurunkan kadar kolesterol daripada obat obatan yang dirancang untuk tujuan yang sama.

9. mengurangi resiko Stroke
sebuah penelitian di “University of Minesota” menemukan bahwa manusia yang memiliki kucing dapat mengurangi resiko terkena stroke sampai dengan 1/3.

10. mengurangi Stress
memiliki seekor kucing dapat membuang stress jauh dari kehidupan manusianya. setiap manusia yang memiliki kucing akan memperoleh banyak manfaat psikologis, dan memperoleh cara terbaik untuk menghilangkan stress. dengan merawat kucing, bermain dengannya, dan membiarkan mereka meringkuk di kakimu dapat membuat kalian merasa lebih baik dan melupakan stress yang sedang kalian alami.

11. mengurangi kecemasan
kucing tidak hanya dapat mengurangi tingkat stress tetapi juga mengurangi kecemasan yang berlebihan. dengan membelai dan bermain dengan kucing akan menghadirkan suasana yang santai, senang dan tenang.

12. meningkatkan mood
Dalam banyak kasus, berinteraksi dengan hewan peliharaan dapat membantu memperbaiki mood, ini juga berlaku untuk kita semua yang memelihara kucing loooh.. kucing membantu kita merasa lebih baik dan meningkatkan suasana hati. jadi jika sedang mencoba memperbaiki suasana hati carilah kucing ^_^

13. meringankan depresi
meskipun kucing tidak bisa menyembuhkan depresi, tetapi kucing merupakan pengalihan perhatian terbaik yang pernah cat’s owner miliki sehingga dapat mengurangi depresi. cinta yang kucing berikan kepada kita bisa menentramkan hati dan pikiran.

14. meringankan Autisme
Manusia yang autis memiliki kesulitan cara berkomunikasi dengan cara yang sama dengan manusia lain lakukan. memiliki kucing benar benar dapat membantu dalam kasus ini, karena kucing berperan besar dalam meringankan autism dan membantu penderitanya bisa berkomunikasi.

15. Mengurangi Kesepian
bersahabat dengan kucing membuat kita menemukan arti hidup dan tidak kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi. jadi buat kalian yang kerjaannya “galau” terus.. tidak ada salahnya mulai mengadopsi kucing :D

16. berkurangnya kunjungan ke dokter
manusia yang memiliki kucing melakukan kunjungan ke dokter lebih sedikit dibanding yang tidak memiliki kucing. studi juga menunjukan bahwa rumah jompo yang menggunakan kucing sebagai bagian dari terapi pengobatan, akan dapat menekan biaya yg dikeluarkan untuk obat obatan, dibandingkan dengan rumah jompo yg tdk menggunakan kucing sebagai media terapi.

17. Hidup Lebih Lama
Kucing memberikan sejumlah manfaat yang membuat kita bisa hidup lebih lama, meliputi bentuk interaksi social, dan manfaat manfaat yang sudah kami jelaskan tadi. 

Jumat, 29 Maret 2013

Tips Memandikan Kucing


Memandikan seekor kucing bukan pekerjaan yang mudah. berbagai kesulitan dapat saja muncul pada saat kucing dimandikan.



Kesulitan yang banyak ditemui yaitu kucing berontak dan berusaha untuk melarikan diri saat dimandikan. Hal ini dikarenakan kucing merasa tidak nyaman atau ada hal-hal penting yang sebenarnya perlu anda hindari saat memandikannya.

Untuk mengatasinya, dapat Anda ikuti tips sebagai berikut:

  1. Usahakan agar segala keperluan seperti handuk, shampoo, dan lain-lain berada dalam jangkauan tangan anda.
  2. Usahakan agar suhu ruangan tidak terlalu dingin saat kucing dimandikan.
  3. Sediakan air beberapa liter saja yang telah dicampur oleh beberapa sendok makan sari buah lemon. Air ini berguna untuk membilas tubuh kucing nanti.
  4. Letakkan handuk sebagai alas kaki kucing saat dimandikan. Hal ini berguna agar kucing dapat berpijak dengan baik dan tidak licin. Karena itu kucing biasanya akan merasa lebih tenang dan sedikit mengurangi ketegangan yang mungkin dialaminya.
  5. Gunakan air hangat untuk memandikannya.
  6. Saat memandikan, apabila kucing akan berontak, cobalah untuk menenangkannya dengan belaian dan jangan membiarkannya untuk melarikan diri.
  7. Jangan membasahi atau menyemprot wajah kucing atau bagian leher keatas.
  8. Apabila wajah kucing harus dibersihkan, gunakan kain untuk mengelapnya.
  9. Usahakan agar busa shampoo tidak mengenai mata atau masuk ke telinga kucing.
  10. Bilaslah tubuh kucing dengan beberapa liter air yang telah dicampur dengan beberapa sendok sari buah lemon.
  11. Karena bulu kucing menyerap banyak busa shampoo, usahakan untuk membilas tubuh kucing sampai benar-benar bersih.

Rabu, 27 Maret 2013

Ras Kucing Asli Indonesia

Tidak semua orang Indonesia menyadari bahwa negaranya adalah salah satu negara dengan tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Padahal beberapa spesies  flora dan fauna baru banyak ditemukan di negara kita. Begitu pula kucing, sifat geografi negara kepulauan menyebabkan ada sekumpulan kucing yang berkembangbiak disebuah pulau kecil. Perkembangbiakan tersebut berlangsung terus menerus dan  kemurnian genetiknya secara alami tanpa campuran gen dari kucing-kucing lain.  Siapa sih yang tidak bangga kalau negara kita ini punya ras kucing asli Indonesia yang diakui  "perkucingan" tingkat dunia ?.


Yang pasti, negara tercinta ini mempunyai satu ras kucing asli. Bukan ras "kampung" yang sering berkeliaran di pasar-pasar. Bukan juga ras Javanese atau balinese yang menggunakan nama pulau di negara kita. Ras kucing asli Indonesia ini, hidup dan berkembang biak di Madura.
Seperti halnya ras anjing Kintamani yang awalnya hanya berkembangbiak di pulau Bali, kucing madura juga berkembang biak di sebuah pulau kecil bernama Raas yang terletak di sebelah timur pulau Madura.

Kucing Raas ini mempunyai bentuk tubuh yang menyerupai leopard. Saat ini telah diketahui dua warna yang sering terdapat pada kucing raas, yaitu : buso dan kecubung. Buso adalah bahasa setempat untuk warna abu-abu (blue) seperti yang terdapat pada ras rusian blue atau british shorthair. Sedangkan kecubung  adalah istilah setempat yang diberikan bagi kucing yang berwarna coklat.
Informasi mengenai keberadaan kucing Raas telah menarik perhatian dua klub penggemar kucing yang ada di Indonesia. Masing-masing klub ini menginginkan agar kelestarian kucing tersebut tetap terjaga dan menjadikan kucing Raas sebagai ras kucing yang diakui masyarakat perkucingan dunia. Cita-cita ini memerlukan perjuangan yang sangat berat dan memerlukan waktu bertahun-tahun. Diperlukan  program pengembangbiakan kucing yang ketat dan terencana untuk menghilangkan  atau meminimalkan cacat genetik sekaligus menstabilkan sifat-sifat genetik yang merupakan ciri khas.
Adat istiadat dan kepercayaan setempat mendukung kemurnian ras kucing ini. Kucing ini ternyata merupakan komoditi penting bagi pejabat maupun pemuka di daerah, karena mempunyai arti dan nilai khusus.
Perkembangbiakannya hanya terjadi di pulau Raas dan sangat dilindungi oleh penduduk setempat. Hanya kucing jantan yang telah dikebiri yang diizinkan untuk dibawa keluar pulau. Kelahiran anak kucing warna abu-abu selalu dinantikan untuk diberikan sebagai hadiah kepada orang-orang tertentu ataupun penyayang kucing karena memang sangat diminati.
Dengan adanya perlakuan khusus dari penduduk setempat dalam hal penyebarannya keluar pulau Raas, kemungkinan besar tidak akan terjadi perkembangbiakannya atau persilangan dengan kucing lain ditempat yang baru. Tetapi perkembanganbiakan yang terjadi di pulau Raas itu sendiri belum dapat dipastikan, karena diduga terjadi secara alami tanpa adanya pengawasan atau perlakuan khusus dalam pembiakannya. (drh. Neno WS)

Sumber : http://kucingkita.com/ras-kucing/ras-kucing-asli-indonesia